Di tepi pantai itu, kita duduk bersama. Menatap kelam bintang yang berkelipan. Wangi aroma tubuhmu, menusuk-nusuk indera penciumanku. Seakan ingin aku berbisik di dekat telingamu, aku begitu mencintaimu. Di tepi pantai kita berdua, di bawah bulan purnama. Hanya aku dan kau yang diam di antara kata-kata. Ya, kata-kata yang tak sempat diucapkan. Entah itu kata cinta, atau hanya sekedar canda. Lalu kamu membuka suara sejurus kemudian, suara yang teduh bagiku, begitu menenangkan. Dan aku tak mampu mengendalikan debaran. Inikah sebentuk perasaanku yang telah lama kusimpan? Di bawah langit malam, di antara wangi angin laut yang menghembus pelan. Kau berbicara dalam tempo lambat. Mengenang semua yang kita lalui bersama. Lalu kau menatapku dalam-dalam. Dalam hati ku, aku bertanya. Apa jadinya jika aku tak bisa menatap mata itu lagi? Apa jadinya jika aku tak bisa melepas rindu ku yang berdebum, padamu? Dalam hati pula aku mencoba menafsi...