Skip to main content

Debur Ombak Bersamamu

Di tepi pantai itu, kita duduk bersama.
Menatap kelam bintang yang berkelipan.
Wangi aroma tubuhmu, menusuk-nusuk indera penciumanku.
Seakan ingin aku berbisik di dekat telingamu,
aku begitu mencintaimu.

Di tepi pantai kita berdua, di bawah bulan purnama.
Hanya aku dan kau yang diam di antara kata-kata.
Ya, kata-kata yang tak sempat diucapkan.
Entah itu kata cinta, atau hanya sekedar canda.

Lalu kamu membuka suara sejurus kemudian,
suara yang teduh bagiku, begitu menenangkan.
Dan aku tak mampu mengendalikan debaran.
Inikah sebentuk perasaanku yang telah lama kusimpan?

Di bawah langit malam, 
di antara wangi angin laut yang menghembus pelan.
Kau berbicara dalam tempo lambat.
Mengenang semua yang kita lalui bersama.
Lalu kau menatapku dalam-dalam.

Dalam hati ku, aku bertanya.
Apa jadinya jika aku tak bisa menatap mata itu lagi?
Apa jadinya jika aku tak bisa melepas rindu ku yang berdebum,
padamu?
Dalam hati pula aku mencoba menafsirkan,
apa kau punya perasaan yang sama denganku?

Di antara wangi laut, aroma tubuhmu, dan suara debur ombak.
Kau bilang cinta.

Dan aku, masih terdiam.


Comments

Popular posts from this blog

Bumi Surabaya: Resort Hijau di Tengah Terik Kota

Saya kira, setelah menikah dan punya satu bocah kecil yang lucu, saya akan susah untuk kembali ke kebiasaan dahulu. Mungkin, dahulu saya kuat banget kali ya naik gunung, mendaki, bawa ransel. Tetapi seiring usia bertambah, kekuatan yang tak lagi sama apalagi stamina juga berbeda, liburannya dialihkan ke bentuk lain yang beda. Terutama semenjak pandemi, pilihan berwisata juga semakin sempit. Beberapa sektor ekonomi terpuruk dan jatuh, terutama sektor wisata dan transportasi. Tahun 2020 akhir, salah satu platform agen perjalanan berlogo burung biru mengadakan diskon hotel besar-besaran. Tentu saya ikutan, walaupun besaran diskonnya tak begitu besar banget seperti teman-teman lain yang ikut berburu, saya cukup puas. Jadilah, staycation pertama saya bersama suami dan bocah. Tujuannya: BUMI SURABAYA CITY HOTEL. Mimpi menginap di hotel bintang 5 saja nggak pernah, nah ini pertama kali nginap disana tentu saja kagok. Apalagi kamarnya ada bathubnya, kayak di film-film orang kaya :D Suasana dek...

Titik.

Titik. Inilah akhir dari kita. Ujung dari segalanya. Muara dari segala keluh kesah. Titik. Yakinlah, ini semua sudah berhenti. Sudah selesai, tak ada lagi. Apa lagi yang harus ada? Atau diada-adakan? Titik. Ini sudah terlanjur basah. Mau bagaimana? Semua kini usang. Pemberhentian. Ya, lanjut, tak berjalan. Titik. Tak ada lagi, antara kamu dan aku. Tak ada lagi kita. Tak ada lagi cerita. Duka? Bahagia? Tak ada... Apalagi yang harus kita perbuat selain 'titik'? Selain berhenti pada ujung segalanya. Bukan ujung bahagia memang, tapi ini sudah jalannya. Jalan terbaik untuk kita. Ah, titik.

J&T Express, Pemain Baru yang Gak Main-main

Beberapa waktu yang lalu, saya menerima cukup uang untuk membeli handphone sebagai ganti Sony Xperia L saya yang sudah cukup uzur. Berbagai masalah saya alami mulai dari case yang sudah pecah, lemot, dan yang paling menyebalkan adalah sering bootloop sendiri tanpa alasan ketika dihidupkan. Pernah 2 hari saya hidup tanpa handphone, rasanya aneh mengingat saya sangat aktif menggunakannya. Akhirnya, saya memutuskan membeli Xiaomi Redmi Note 3 Pro sebagai gantinya. Karena di Surabaya ada beberapa mall yang khusus IT dan hp, jadilah saya blusukan. Awal blusukan cuma untuk survey harga. Ketika sudah mantap untuk membeli, saya kembali lagi. Lha kok, harganya jadi naik sekitar 500ribu rupiah dari harga standarnya. Sempat bingung mau beli yang memang naik, atau pesan saja dari rekan pacar saya yang ada di Trenggalek. Kebetulan, harganya masih cukup masuk akal dan tidak dipatok tarif super tinggi kayak yang di Surabaya. Jadilah saya memesan. Selayaknya orang yang beli online, otomatis harus m...