Suatu ketika saya bermimpi dan sampai sekarang, mimpi itu masih sangat terngiang di kepala saya. Saya bahkan ingat detail-detail kecilnya, semua perasaan dan rasa sedihnya. Tidak, ini bukan mengenai asmara. Bahkan hal yang menurut saya tidak pernah saya rasakan bagaimana abadi rasanya. Di mimpi itu, saya berada di sebuah perpustakaan.. atau ruang baca, entahlah. saya hanya ingat detail-detail di tempat itu seperti meja panjang yang saling berjejeran. Kursi-kursinya tinggi dan panjang tanpa sandaran, berjumlah sedikitnya ada enam per meja. Di situ, duduk saya bersama teman-teman yang saya kenal. Salah satu mereka, sebut inisialnya D, berkata pada saya bahwa saya setidaknya harus berkeliling Surabaya dengan menggunakan bus. Entah apa alasannya, tapi saya turuti saja. Setelah itu saya berkeliling dengan bus yang pemberhentiannya tepat di pintu depan perpustakaan. Hari itu hujan. Gerimis dan mendung, tidak tampak senja di horizon meski hari menjelang sore. Singkatnya, saya berkeliling...