Suatu ketika saya bermimpi dan sampai sekarang, mimpi itu masih sangat terngiang di kepala saya. Saya bahkan ingat detail-detail kecilnya, semua perasaan dan rasa sedihnya. Tidak, ini bukan mengenai asmara. Bahkan hal yang menurut saya tidak pernah saya rasakan bagaimana abadi rasanya.
Di mimpi itu, saya berada di sebuah perpustakaan.. atau ruang baca, entahlah. saya hanya ingat detail-detail di tempat itu seperti meja panjang yang saling berjejeran. Kursi-kursinya tinggi dan panjang tanpa sandaran, berjumlah sedikitnya ada enam per meja. Di situ, duduk saya bersama teman-teman yang saya kenal. Salah satu mereka, sebut inisialnya D, berkata pada saya bahwa saya setidaknya harus berkeliling Surabaya dengan menggunakan bus. Entah apa alasannya, tapi saya turuti saja. Setelah itu saya berkeliling dengan bus yang pemberhentiannya tepat di pintu depan perpustakaan. Hari itu hujan. Gerimis dan mendung, tidak tampak senja di horizon meski hari menjelang sore. Singkatnya, saya berkeliling dengan bus itu. Sendirian. Tanpa ada seorang pun yang menemani saya. Ketika saya kembali, di sana hanya ada beberapa orang. Rupanya, sebagian besar telah pulang. Saya mendekati kumpulan teman-teman saya yang sedang berbincang, ada De, ada F, dan lainnya. Saya mendekati mereka, namun mereka malah berjalan menjauh... dari saya.
Saya kebingungan, apa yang terjadi?
Pada suatu kesempatan, saya mengajak F mengobrol. Bertanya, sebenarnya apa yang mereka rasakan tentang saya? Mengapa beranjak ketika saya mendekat? Dan jawabannya sedikit membuat terperanjat, ia bilang, setiap dari kami punya panggilan masing-masing.. Dan panggilan saya adalah Benal, Benalu. Kaget, lalu murung. Keliru kah saya selama ini? Apa saya punya salah yang keterlaluan pada mereka? Mungkin saya memang parasit..
(Setelah itu memang mimpi yang tidak penting, jadi saya rasa tidak relevan untuk diceritakan)
Dari mimpi itu, saya gelisah. Dulu saya pernah dijauhi mereka sebab saya yang tak peduli pada mereka. Memang waktu itu saya sangat salah, sebab saya yang egois dan tidak peduli pada mereka ketika mereka butuh saya. Saya yang malah pergi keluar kota ketika mereka sedang sibuk-sibuknya. Hehe, memang apalah saya ini. Tidak berguna...
Comments
Post a Comment