Di Balik Mutilasi Tato Macan: Sebuah Profil Kriminal, Intervensi dan Koreksi dari Perspektif Psikologi Forensik
Pada 29 September 2008, seorang kenek di Bus Mayasari Bhakti P-64 jurusan Kalideres-Pulogadung, Jakarta, dikejutkan dengan temuan potongan daging dan tubuh manusia dibungkus dalam tas kresek berwarna merah. Di dalamnya tidak ditemukan bagian kepala, bagian jari-jemari tangan, betis, kedua paha serta tulang iga. Bagian tubuh tersebut tidak disayat, melainkan ditemukan terpotong dan sudah bersih dari darah (“Polisi Sebar Gambar Tato Korban Mutilasi Hari Ini”, Kompas, 2008). Temuan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Polisi sebagai suatu kasus mutilasi yang perlu mendapat perhatian. Dari penyelidikan hasil otopsi korban, didapat ciri fisik berupa jenis kelamin yaitu lelaki dewasa, bergolongan darah B, berkulit sawo matang, berukuran kaki 40 cm serta tato macan yang hampir pudar di lengan kanan atas korban (“Kasus Mutilasi, Polisi Temukan Ciri Terbaru Korban”, Indosiar, 2008). Sayangnya, penyelidikan atas kasus ini mengalami kendala dimana tidak ditemukan sidik jari yang dapat meng...