Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2018

#3

Mari bertemu. Aku terus bergerak seiring keinginanku menjauh dari segala tentangmu. Yang ku ingat, aku harus lupa walau manisnya sampai ingin membuatku selalu gosok gigi. Aku bertekad, kita tak akan pernah bertemu lagi. Aku ingin lupa, sempat tak sempat. Setiap memori tentangmu menerobos, dalam lamunanku, di keseharianku, rasanya jantungku ikut tersayat sembilu. Perih, bisa kau bilang begitu. Bahkan bertahunan ini, aku mulai berhasil menyingkirkanmu. Dari sedikit demi sedikit membuka diri pada orang yang baru, hingga aku mengambil keputusan terbesar agar bisa menjauh. Ya, aku mengikatkan diri padanya agar memorimu semakin usang, keropos dan berkarat. Semua benih yang kita pernah semai, pernah sirami, dan terkadang layu. Aku berkeras pada keinginanku, aku harus membabat dengan gergaji berdarah dinginku. Aku ingin menyaksikan  reranting, dahan, daun, bahkan pucuk tunas yang baru tumbuh tertebang habis. Lalu, aku akan senyum dengan kemenanganku menjauhimu. Tapi, mengapa? Aku lup...