Di luar sana sedang kelabu. Yah, sama kelabunya seperti apa yang ada dalam pikiranku. Berkecamuk, semua perasaan yang tidak menentu. Padahal sup ayam yang hangat, begitu meredam bunyi perutku. Namun tidak dengan hujan yang mengguntur.
Sebagaimana hujan, ia selalu kelabu.
Sebagaimana langit, ia tampak biru.
Sebagaimana pelangi, ia berbaur-padu.
Sebagaimana hujan, ia selalu kelabu.
Sebagaimana langit, ia tampak biru.
Sebagaimana pelangi, ia berbaur-padu.
Comments
Post a Comment