Saya kira, setelah menikah dan punya satu bocah kecil yang lucu, saya akan susah untuk kembali ke kebiasaan dahulu. Mungkin, dahulu saya kuat banget kali ya naik gunung, mendaki, bawa ransel. Tetapi seiring usia bertambah, kekuatan yang tak lagi sama apalagi stamina juga berbeda, liburannya dialihkan ke bentuk lain yang beda. Terutama semenjak pandemi, pilihan berwisata juga semakin sempit. Beberapa sektor ekonomi terpuruk dan jatuh, terutama sektor wisata dan transportasi.
Tahun 2020 akhir, salah satu platform agen perjalanan berlogo burung biru mengadakan diskon hotel besar-besaran. Tentu saya ikutan, walaupun besaran diskonnya tak begitu besar banget seperti teman-teman lain yang ikut berburu, saya cukup puas. Jadilah, staycation pertama saya bersama suami dan bocah. Tujuannya: BUMI SURABAYA CITY HOTEL. Mimpi menginap di hotel bintang 5 saja nggak pernah, nah ini pertama kali nginap disana tentu saja kagok. Apalagi kamarnya ada bathubnya, kayak di film-film orang kaya :D
 |
| Suasana dekorasi natal di Bumi Surabaya City Resort |
Lobi hotelnya luas banget, suasananya tenang, elegan tapi unsur tradisionalnya masih ada. Ada dentingan piano yang mengiringi dan membunyikan nada-nada lembut. Lokasinya di bar & cafe yang menjual serabi, cakes, dan macam-macam kopi.
 |
| Kolam yang teduh dan adem |
 |
| Ada hiasan patung-patung, sayang licin sekali lantainya |
 |
| Restoran yang menjadi tempat breakfast, lunch atau dinner |
Saat pandemi, kentara sekali kalau jumlah breakfast buffet-nya dikurangi. Beberapa teman di grup Facebook juga mengeluhkan hal serupa. Bagi saya yang pertama kali disini tetap merasa puas sih, karena saya suka sekali dengan ambience dan suasananya. Apalagi pagi itu hujan rintik sehabis subuh, suasananya mendung dan dingin. Tidak seperti di Surabaya biasanya.
 |
| Soto daging yang enak banget |
Sayangnya saya tidak terlalu banyak foto-foto, karena terlalu menyukai suasana yang ada. Semoga suatu saat bisa kembali menginap disini lagi dengan rate yang terjangkau kantong.
Comments
Post a Comment