Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2013

Seperti Aku yang Tak Bisa Memilikimu

Senja itu masih tetap sama. Masih langit yang bersemburat merah. Di horizonnya mentari mulai pelan-pelan tenggelam. Dan aku masih berdiri di ujung dermaga. Menunggumu, menunggu orang yang satu-satunya hadir dalam mimpiku. Mimpi-mimpi yang selama ini berujung manis denganmu. Sayang, mimpi itu terlalu fana untukku. Angin laut menampar lembut pipi-pipiku. Pipi yang biasa menahan tangis kesendirianku. Tangisku yang mengingat tawa bersamamu. Sekaligus, tangis yang meredam sakitnya aku menyembunyikan ini semua darimu. Sekali lagi aku menghela nafas. Mencoba merelakan semuanya. Iya, semua kenangan indah itu. Ku dengar suaramu dari arah belakang. Aku menoleh, berharap itu memang suaramu, suara yang ku kenal. Sayang, ternyata bukan. Aku terlalu hapal dengan suaramu, sampai-sampai aku terlalu berhalusinasi, dimana ada aku di situ ada kamu. Perlahan, aku memejamkan mata. Merasakan sakitnya memendam perasaan. Memendam cintaku yang terlalu mendarah daging. Gigiku bergemelutuk, mulutku mer...

Menebak Hidup

Hidup itu menebak tanda tanya. Kita tak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya. Kita hanya bisa menerka, memprediksikan, tanpa tahu masa depan. Kita mungkin bisa berspekulasi dengan berbagai kemungkinan yang ada. Tapi kita tetap tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi secara pasti. Malam ini, saya galau lagi. Ya, mungkin postingan saya memang banyak yang galau. Tapi tak apalah, daripada saya tak punya bahasan untuk menulis. Sejenak saya tersadarkan sesuatu, manusia itu tidak ada yang konsisten. Ya itu, berkaitan dengan yang tadi. Sebentar manusia berharap, tapi kemudian Tuhan punya rencana yang berkebalikan. Bahwa hidup itu memiliki banyak kerumitan. Tapi kalau tidak rumit, namanya bukan hidup. Hahaha. Siklus hidup saya terbilang biasa saja mungkin, ya. Galau-Bahagia-Galau-Bahagia. Sudah, begitu saja. Namun justru, di setiap proses kehidupan itu, saya sungguh menikmatinya. Di status akun seseorang, dia pernah berkata bahwa bahagia itu ada saatnya. Saya akui i...