Hidup itu menebak tanda tanya. Kita tak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya. Kita hanya bisa menerka, memprediksikan, tanpa tahu masa depan. Kita mungkin bisa berspekulasi dengan berbagai kemungkinan yang ada. Tapi kita tetap tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi secara pasti.
Malam ini, saya galau lagi. Ya, mungkin postingan saya memang banyak yang galau. Tapi tak apalah, daripada saya tak punya bahasan untuk menulis. Sejenak saya tersadarkan sesuatu, manusia itu tidak ada yang konsisten. Ya itu, berkaitan dengan yang tadi. Sebentar manusia berharap, tapi kemudian Tuhan punya rencana yang berkebalikan. Bahwa hidup itu memiliki banyak kerumitan. Tapi kalau tidak rumit, namanya bukan hidup. Hahaha. Siklus hidup saya terbilang biasa saja mungkin, ya. Galau-Bahagia-Galau-Bahagia. Sudah, begitu saja. Namun justru, di setiap proses kehidupan itu, saya sungguh menikmatinya.
Di status akun seseorang, dia pernah berkata bahwa bahagia itu ada saatnya. Saya akui itu memang benar. Kadang, saya juga berpikiran, seperti apa bahagia yang akan didapat? Seperti apa proses mendapatkannya? Apakah menyakitkan? Apakah menyenangkan? Apakah rasanya aneh luar biasa? Hal ini sama saja dengan perasaan galau yang juga dirasakan manusia.
Hidup itu juga menunggu. Menunggu kebahagiaan, menunggu kesedihan. Setiap saat ketika hal itu datang, silih berganti, manusia bakal merasakan prosesnya. Beragam pula reaksinya. Beragam pula cara menghadapinya. Bagi saya, inilah keunikan manusia. Manusia itu tidak ada yang sama seorangpun. Karena, pada dasarnya manusia itu unik. Persamaan dari para manusia itu adalah, mereka menggunakan keunikan masing-masing dalam menebak hidup..
Comments
Post a Comment