Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Jarak.

Ada yang ingin ku katakan pada mu tentang sesuatu yang terpaut. Mereka bilang, hal itu membuatmu jadi jauh. Entah, jauh atau dekat jelasnya itu masalah jarak. Kita, yang punya segala perbedaan. Hanya saja kita tak mau membandingkan. Sebab kita tahu jelas, bahwa jarak ada karena kita berbeda. Membandingkan perbedaan hanya semakin menjauhkan jarak kita. Bukan, kita tak ingin kita menjadi sama. Biarlah kita menikmati hiruk-pikuk jarak dan segala rindunya. Kata mu, jarak terlalu pahit untuk dikecap. Rindu terlalu naif untuk dirasa. Dan kita, yang terlalu berpisah. Hanya jika jalan kita pada akhirnya berbeda, jarak akan merenggang dengan elastisitas yang tak sama. Iya, elastisitas rindu yang tak terbatas.

Bertanya Pada Diri: Suka dan Tak Suka

Merenung. Itu hal yang pertama kali saya lakukan. Mempertanyakan apa hal yang saya suka dan tidak suka? Di kelas, saya menjawab, dekat dengan orang tua. Iya, saya akui saya jauh dari orang tua. Dan, merindukan saat-saat kembali bersama mereka. Tapi, ada pula hal lain yang lebih membahagiakan. Berada di alam, di antara pohon dan udara pegunungan. Menjelajahi makna hidup yang tiada batas. Menjejakkan kaki di tanah berlumpur sambil menggendong ‘perabotan’ yang luar biasa berat. Ya, ternyata saya menyukai perjalanan dan pembelajaran. Ketika berjalan, saya sedikit banyak merenung. Meresapi apa yang telah saya lakukan selama perjalanan berlangsung. Ke gunung, itu yang saya lakukan. Berjalan di medan yang menanjak, terkadang landai, terkadang menurun.. Kadang lelah, mengeluh, berkeringat, dan lain sebagainya. Dengan satu tujuan yang terutama: puncak. Biasanya, ketika sampai di puncak, saat matahari muncul dari ufuk timur. Tiba-tiba, rasanya hati ini terharu. Begitu banyak kejadia...

Mengawali Humanistik

Apa itu “human”? Apa itu “humanistik”? Pertanyaan-pertanyaan di atas terus mendengung selama perkuliahan Psikologi Humanistik pada Senin (10/03) kemarin. Penjelasan dosen tak membuat saya cukup puas. Bagi saya, bapak dosen hanya menjelaskan sekelumit, tapi tak memberikan pemahaman yang menyeluruh. Lalu, mulailah saya browsing-browsing dan bertanya pada mbah Google apa itu “humanistik”. Yap, mungkin cara saya salah. Harusnya saya membaca buku saja terlebih dahulu, daripada memilih berselancar pada laman-laman di dunia maya mengenai pertanyaan saya. Sempat saya copy-paste beberapa laman yang memberikan penjelasan, tapi tetap saja kurang menarik. Saya hanya membaca selintas saja. Yap, akhirnya saya memutuskan membuka buku elektronik yang diberikan cuma-cuma lewat psyche.. Hehehe. Pertama-tama, pertanyaan dasar yang saya ingin tahu adalah: apa itu humanistik? Ternyata humanistik merupakan salah satu aliran pada ilmu psikologi yang menekankan pada “kebebasan”. Humanistik sangat m...