Dear kamu yang berada di sana, Bagaimana kabarmu sekarang? Apakah sudah nyaman dengan semuanya? Dengan hidupmu? Atau dengan pasangan hidupmu? Ah, kuharap hidup selalu memberikanmu kenyamanan. Kuharap, kamu selalu gembira dalam menatap hari-hari ke depanmu. Kuharap, kamu selalu tersenyum. Tertawa, tak peduli beberapa kesuraman sedang mengancam senyummu. Dear kamu yang di sana, Masihkah ingat padaku? Seseorang yang mengucap janji begitu tulus dengan segenap hatiku. Seseorang yang begitu percaya akan pertautan jari kelingking kita. Seseorang yang kemudian bertumpah air mata di belakangmu, lalu bertegar sapa saat berhadapan denganmu. Lalu berjanji, akan selalu tersenyum, selalu tersenyum untukmu. Tak peduli, tak peduli kapanpun kamu menyakitiku. Tak peduli, seperti apa robeknya hati ini kalau kamu meninggalkanku. Senja itu, ya, senja itu. Ketika matahari semburat di ufuk barat. Ketika batas cakrawala sedang terlukis warna merah, k...