Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Teruntuk, Indonesia Muda

Indonesia adalah bangsa yang besar. Ia terdiri dari berbagai macam komponen masyarakat. Dari bayi sampai lanjut usia. Dari rakyat buta huruf sampai para cendekia. Dari suku terdalam sampai perbatasan negara. Dan hal-hal lain yang tak bisa saya sebutkan. Indonesia, negeri yang beraneka ragam ini. Negeri yang besar ini. Masyarakatnya sendiri saat ini bilang, Indonesia sedang keropos. Politiknya penuh borok. Generasi tua tak punya harapan melanjutkan pembangunan. Apalagi, menyambut tahun dimana pesta demokrasi Indonesia diselenggarakan, 2014, makin bertebaran calon-calon legislatif yang notabene ‘numpang narsis’ lewat baliho-baliho di pinggir jalan. Cukup mudah menjumpai wajah-wajah mereka yang tersenyum lebar, disertai jargon-jargon bertopik sama: PILIH SAYA MENJADI WAKIL ANDA. Yakin, mereka akan benar-benar menjadi wakil anda? Agaknya, Indonesia perlu berbenah. Bangsa ini sedang di ambang batas skeptisme generasi mudanya terhadap dunia politiknya. Orang bilang, generasi mud...

Rinduku pada Ketinggian

Aku rindu pada aroma ketinggian. Rindu pada gemerisik rerumputan. Rindu pada tanah basah dan jejak-jejak kakinya. Aku rindu pada tiap teduh dedaunan. Pada peluh yang sedikit demi sedikit mulai menitik. Aku rindu. Iya, aku teramat rindu.

Menulis. Itu. Mudah.

Menulis. Semua orang juga bisa menulis. Menulis itu mudah. Cukup pegang pena, atau buka MS. Word di komputer, langsung diketik. Mudah. Gak repot. Siapa bilang menulis itu sulit? Semua orang bisa menulis. Tetapi main musik? Menyanyi? Gak semua orang bisa main musik. Perlu keahlian. Bakat khusus. Latihan bertahun-tahun. Tapi menulis? Workshop singkat beberapa jam saja semua orang juga bisa menulis. Galau sedikit, langsung menulis. Gampang. Gak susah. Sekian. Silmi lagi gila.

Seperti Aku yang Tak Bisa Memilikimu

Senja itu masih tetap sama. Masih langit yang bersemburat merah. Di horizonnya mentari mulai pelan-pelan tenggelam. Dan aku masih berdiri di ujung dermaga. Menunggumu, menunggu orang yang satu-satunya hadir dalam mimpiku. Mimpi-mimpi yang selama ini berujung manis denganmu. Sayang, mimpi itu terlalu fana untukku. Angin laut menampar lembut pipi-pipiku. Pipi yang biasa menahan tangis kesendirianku. Tangisku yang mengingat tawa bersamamu. Sekaligus, tangis yang meredam sakitnya aku menyembunyikan ini semua darimu. Sekali lagi aku menghela nafas. Mencoba merelakan semuanya. Iya, semua kenangan indah itu. Ku dengar suaramu dari arah belakang. Aku menoleh, berharap itu memang suaramu, suara yang ku kenal. Sayang, ternyata bukan. Aku terlalu hapal dengan suaramu, sampai-sampai aku terlalu berhalusinasi, dimana ada aku di situ ada kamu. Perlahan, aku memejamkan mata. Merasakan sakitnya memendam perasaan. Memendam cintaku yang terlalu mendarah daging. Gigiku bergemelutuk, mulutku mer...

Menebak Hidup

Hidup itu menebak tanda tanya. Kita tak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya. Kita hanya bisa menerka, memprediksikan, tanpa tahu masa depan. Kita mungkin bisa berspekulasi dengan berbagai kemungkinan yang ada. Tapi kita tetap tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi secara pasti. Malam ini, saya galau lagi. Ya, mungkin postingan saya memang banyak yang galau. Tapi tak apalah, daripada saya tak punya bahasan untuk menulis. Sejenak saya tersadarkan sesuatu, manusia itu tidak ada yang konsisten. Ya itu, berkaitan dengan yang tadi. Sebentar manusia berharap, tapi kemudian Tuhan punya rencana yang berkebalikan. Bahwa hidup itu memiliki banyak kerumitan. Tapi kalau tidak rumit, namanya bukan hidup. Hahaha. Siklus hidup saya terbilang biasa saja mungkin, ya. Galau-Bahagia-Galau-Bahagia. Sudah, begitu saja. Namun justru, di setiap proses kehidupan itu, saya sungguh menikmatinya. Di status akun seseorang, dia pernah berkata bahwa bahagia itu ada saatnya. Saya akui i...

Debur Ombak Bersamamu

Di tepi pantai itu, kita duduk bersama. Menatap kelam bintang yang berkelipan. Wangi aroma tubuhmu, menusuk-nusuk indera penciumanku. Seakan ingin aku berbisik di dekat telingamu, aku begitu mencintaimu. Di tepi pantai kita berdua, di bawah bulan purnama. Hanya aku dan kau yang diam di antara kata-kata. Ya, kata-kata yang tak sempat diucapkan. Entah itu kata cinta, atau hanya sekedar canda. Lalu kamu membuka suara sejurus kemudian, suara yang teduh bagiku, begitu menenangkan. Dan aku tak mampu mengendalikan debaran. Inikah sebentuk perasaanku yang telah lama kusimpan? Di bawah langit malam,  di antara wangi angin laut yang menghembus pelan. Kau berbicara dalam tempo lambat. Mengenang semua yang kita lalui bersama. Lalu kau menatapku dalam-dalam. Dalam hati ku, aku bertanya. Apa jadinya jika aku tak bisa menatap mata itu lagi? Apa jadinya jika aku tak bisa melepas rindu ku yang berdebum, padamu? Dalam hati pula aku mencoba menafsi...

Lea Salonga ft Brad Kane - We Could Be In Love

Lea:  Be still my heart  Lately it's mind is on it's own It would go far and wide  Just to be near you  Brad:  Even the stars  Shine a bit bright I've noticed  When you're close to me  Lea:  Still it remains a mystery  Chorus (both):  Anyone who seen us  Knows what's going on between us  It doesn't take a genius  To read between the lines brad: ohh  And it's not just wishful thinking  Or only me who's dreaming  I know what these are symptoms of  We could be in love  Lea:  I ask myself why  I sleep like a baby through the night  Maybe it helps to know  You'll be there tomorrow  Brad:lea:  Don't open my eyes ohhh  I'll wake from the spell I'm under  Makes me wonder how, tell me how  I could live without you now  Both:  And what about the laughter  ...

James Morrisson - You Give Me Something

You only stay with me in the morning You only hold me when I sleep I was meant to thread the water But now I've gotten in too deep For every piece of me that wants you Another piece backs away You give me something That makes me scared, alright This could be nothing  But I'm willing to give it a try Please give me something Because someday I might know my heart You only waited up for hours Just to spend a little time alone with me And I can say I've never bought you flowers I can't work out what they mean I never thought that I'd love someone That was someone else's dream You give me something That makes me scared alright This could be nothing  But I'm willing to give it a try Please give me something Because someday I might call you from my heart But it might be a second too late And the words that I could never say Are gonna come out anyway You give me something That makes me scared alri...

Antara Cinta dan Pendakian

Bagiku, mendaki gunung adalah sebuah aktivitas menyenangkan. Dekat dengan alam, mencium wangi segar angin pegunungan, menapakkan kaki di tanah berdebu yang lengket oleh lumpur jika kena hujan, serta memandangi keindahan hutan dan kanopi-kanopinya. Mendaki gunung seakan sebuah pengisian ulang semangat bagiku, setelah lama dikurung panas atap dan gedung-gedung beton. Juga, merasakan keindahan nikmatnya Sang Pencipta dan belajar bagaimana kehidupan bekerja dengan uniknya. Mendaki gunung, juga memberi pelajaran dan pengalaman bagiku, seperti hidup yang harus dijalani dengan segala kompleksitasnya. Mendaki gunung adalah cinta. Cinta kepada alam, juga cinta kepada sesama manusia. Menanamkan sifat bersahabat pada alam dan rasa bertoleransi kepada sesama manusia. Meresapi tiap-tiap sendi kehidupan, kadang di atas kadang di bawah. Percayakah kamu, jika mendaki gunung seperti miniatur kehidupan? Bahwa segala sesuatu dimulai dari bawah, dengan menerjang sulitnya lintasan pendakian, untuk men...

Christina Perri ft Jason Mraz - Distance

The sun is filling up the room And I can hear you dreaming Do you feel the way I do right now? I wish we would just give up Cause the best part is falling Call it anything but love And I will make sure to keep my distance Say, "I love you," and you're not listening And how long can we keep this up, up, up? Please don't stand so close to me I'm having trouble breathing I'm afraid of what you'll see right now I give you everything I am All my broken heart beats Until I know you'll understand And I will make sure to keep my distance Say, "I love you," when you're not listening And how long can we keep this up, up, up? And I keep waiting For you to take me You keep waiting To save what we have So I'll make sure to keep my distance Say, "I love you," and you're not listening And how long can we keep this up, up, up? Make sure to keep my distance Say, ...

The Script - The Man Who Can't Be Moved

Going back to the corner where I first saw you Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move Got some words on cardboard, got your picture in my hand Saying if you see this girl can you tell her where I am Some try to hand me money, they don't understand I'm not broke I'm just a broken hearted man I know it makes no sense, but what else can I do How can I move on when I'm still in love with you 'Cause if one day you wake up and find that you're missing me And your heart starts to wonder where on this earth I could be Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet And you'd see me waiting for you on the corner of the street So I'm not moving I'm not moving Policeman says son you can't stay here I said there's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year Gotta stand my ground even if it rains or snows If she changes her mind this is the ...

Bimbang.

Sebenarnya saya ingin mem-posting sesuatu yang menyenangkan di blog ini. Tapi saya tak tahu, mengapa ujung-ujungnya curhat melulu ya? Hehehe. Entahlah, bagi saya menulis di blog itu sedikit banyak membantu mengurangi kegalauan hati saya. Manusia juga butuh galau kan? Biar hidup ada rasanya... :) Bisa ditebak dengan mudah, saat ini saya sedang galau. Lagi-lagi soal asmara, yeah tentu saja. Ini semua diawali dengan masalah kepercayaan yang dari dulu tak kunjung menemukan ujungnya. Ya, kalau boleh jujur, rasa-rasanya kami berdua memang sulit untuk percaya satu sama lain.. Seperti juga saya, bawaannya curiga melulu padanya. Saya tahu, saya selalu bilang padanya, 'aku percaya kamu.' Seperti yang saya katakan, saya berusaha mempercayainya. Berusaha mengerti dan memahami apapun yang ia lakukan di sana. Ya, ia jauh. Jauh dari mata, jauh dari dekapan saya. Kami sering bertemu. Frekuensi sering itu dihitung tiap sebulan minimal 2x bertemu. Dibandingkan pasangan lain yang juga sa...

Suatu Ketika di Ranu Kumbolo

Suatu ketika di Ranu Kumbolo. Kita duduk berdua, menatapi bintang-bintang. Saling menghembus udara yang menjadi semakin beku. Namun tak mengurangi hangatnya kita. Suatu ketika di Ranu Kumbolo. Bersama awan yang berdesir, kabut yang turun pelan. Lalu memutihkan sekeliling, kau genggam tanganku. Lalu kau bilang rindu. Suatu ketika di Ranu Kumbolo. Di tepi danau yang dingin. Ku harap, cinta kita tak akan sebeku ini. Suatu ketika di Ranu Kumbolo. Dalam diam, kau mendekapku hangat. Seakan jemariku tak ingin kau lepas. Kau menatapku lirih, menggandengku dengan erat. Saat di Tanjakan Cinta, kau bilang, "jangan sekalipun menoleh ke belakang." Di antara wangi angin Oro-oro Ombo, kau berbisik pelan, "suatu ketika kita akan menikah, di Ranu Kumbolo."

Wanita Menawan: Wanita yang Naik Gunung

Sore ini, saat saya sedang menemani teman untuk mengerjakan tugas bersama, iseng saya membuka laman jejaring sosial. Kebetulan sekali, di tempat saya mengerjakan tugas ini, kecepatan internernya tergolong level 'ndewo'. Ibarat keripik pedas Ma'icih, levelnya sudah level sepuluh lebih. Hehehe.. Sembari membuka laman jejaring sosial, saya juga melakukan beberapa aktivitas. Ya, aktivitas yang umum dilakukan orang yang sedang berselancar di dunia maya jejaring sosial, memberi komentas, menyukai foto, atau hanya sekedar membaca status-status yang meluncur deras di timeline . Lalu, ada beberapa hal yang membuat saya tergelitik. Rata-rata, foto para wanita yang dipajang di laman profil jejaring sosial tersebut, mengadopsi gaya yang hampir sama. Foto terbaik, dengan pencahayaan terbaik, wajah mulus anti jerawat, senyum yang manis dan lebar, atau bisa saja dengan baju yang terbaik dan beraneka ragam. Sejenak, saya mempertanyakan dalam hati. Jika standar kecantikan s...

Titik.

Titik. Inilah akhir dari kita. Ujung dari segalanya. Muara dari segala keluh kesah. Titik. Yakinlah, ini semua sudah berhenti. Sudah selesai, tak ada lagi. Apa lagi yang harus ada? Atau diada-adakan? Titik. Ini sudah terlanjur basah. Mau bagaimana? Semua kini usang. Pemberhentian. Ya, lanjut, tak berjalan. Titik. Tak ada lagi, antara kamu dan aku. Tak ada lagi kita. Tak ada lagi cerita. Duka? Bahagia? Tak ada... Apalagi yang harus kita perbuat selain 'titik'? Selain berhenti pada ujung segalanya. Bukan ujung bahagia memang, tapi ini sudah jalannya. Jalan terbaik untuk kita. Ah, titik.

Dear, Kamu yang di sana

Dear kamu yang berada di sana,  Bagaimana kabarmu sekarang?  Apakah sudah nyaman dengan semuanya? Dengan hidupmu? Atau dengan pasangan hidupmu? Ah, kuharap hidup selalu memberikanmu kenyamanan. Kuharap, kamu selalu gembira dalam menatap hari-hari ke depanmu. Kuharap, kamu selalu tersenyum. Tertawa, tak peduli beberapa kesuraman sedang mengancam senyummu.  Dear kamu yang di sana,  Masihkah ingat padaku?  Seseorang yang mengucap janji begitu tulus dengan segenap hatiku. Seseorang yang begitu percaya akan pertautan jari kelingking kita. Seseorang yang kemudian bertumpah air mata di belakangmu, lalu bertegar sapa saat berhadapan denganmu. Lalu berjanji, akan selalu tersenyum, selalu tersenyum untukmu. Tak peduli, tak peduli kapanpun kamu menyakitiku. Tak peduli, seperti apa robeknya hati ini kalau kamu meninggalkanku.  Senja itu, ya, senja itu.  Ketika matahari semburat di ufuk barat. Ketika batas cakrawala sedang terlukis warna merah, k...

Belajar Sabar, Ikhlas, Syukur dari Kejadian Menyenangkan

Beberapa minggu terakhir ini, saya mengalami beberapa kejadian yang sebenarnya tidak janggal, cuma cukup luar biasa sebagai suatu pengalaman. Yah, rentetan kejadian ini tidak dikategorikan sebagai kejadian yang baik, sebenarnya. Bisa disebut sebagai kejadian yang cukup buruk bagi sebagian orang, yang sudah pernah mengalaminya, hehehe... Disini, saya tidak mencoba untuk curcol  atau curhat , atau mengeluh. Saya hanya akan sedikit bercerita, semoga bisa menjadi tadabbur untuk semuanya. Amin :) #Kejadian 1 Surabaya, 01 Februari 2013. Ini merupakan salah satu awal Februari yang luar biasa bagi saya.  Hari itu, saya menepati jadwal untuk bercerita melalui panggung Teater Boneka Fakultas Psikologi Universitas Airlangga di salah satu daerah di Surabaya. Sebenarnya, pada pagi hari sebelum saya berangkat, perasaan sudah tidak karuan enaknya. Feeling saya mengatakan, bahwa akan ada kejadian yang 'menyenangkan' hari ini. Pagi itu, bahkan saya melalaikan sholat Subuh saya (ja...

Modernitas: Menggeser Perbedaan, Menimbulkan Jenjang

Identitas manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa dianggap sebagai salah satu unsur yang tak penting. Manusia sebagai zoon politicon membutuhkan orang lain untuk hidup dan maju. Dari setiap zoon politicon itu, timbullah sebuah kognisi individu yang masing-masing mempunyai individual differences yang tak sama rata.  Kemauan manusia untuk maju, adalah salah satu keinginan untuk memerdekakan peradaban yang modern. Modern, dalam artian berkembang dan humanis. Setiap manusia mempunyai kesamaan hak yang tidak bisa diganggu gugat. Free will, begitu hak-hak manusia untuk bebas disebut. Manusia tak ingin diganggu gugat dalam hal memutuskan rasionalitas mereka. Rasionalitas inilah, cikal bakal bagaimana modernitas dibentuk dan digubah menjadi sistem yang sistematis, sebuah paradigma yang disebut ‘humanis’.  Agaknya, perlu ditelaah sebentar saja apa itu modernisme yang merupakan sumber dari pemahaman tentang modernitas. Modernisme, mengutip Zainal Abidin, yaitu semangat (elan...

Psikologi Gestalt dari Sudut Pandang Positivisme dan Penentangnya

Psikologi Gestalt adalah salah satu penyumbang penting dalam ilmu psikologi, meski gaungnya tidak terdengar terlalu keras seperti 3 mazhab besar psikologi yang lainnya, yaitu Psikoanalisa, Behaviorisme, dan Humanistik. Tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa Psikologi Gestalt berkontribusi pada pemikiran dunia psikologi saat ini. Franz Brentano, Max Wertheimer, Kurt Koffka, Wolfgang Kohler beserta sederet ilmuwan penganut Gestalt lainnya adalah para tokoh pemikiran Gestalt yang berhasil menjadikan aliran ini sebagai salah satu aliran penting dalam dunia psikologi.  Psikologi Gestalt dan Postivisme   Pada abad ke-19, positivisme lahir di Prancis, dari tangan seorang filsuf, Auguste Comte. Positivisme yang dibidani Comte mengungkapkan bahwa ilmu-ilmu pengetahuan adalah berdasarkan fakta keras yang terukur dan teramati (Adian, 2002). Positivisme menolak adanya unsur metafisik dan pengalaman batiniah yang tidak bisa ditangkap inderawi. Positivisme melembagakan doktrin kesatu...

Richard Marx - Now and Forever

Whenever I'm weary from the battles that rage in my head You make sense of madness when my sanity hangs by a thread I lose my way but still you seem to understand Now and forever I will be your man. Sometimes I just hold you Too caught up in me to see I'm holding a fortune that heaven has given to me I'll try to show you each and every way I can Now and forever I will be your man Now I can rest my worries and always be sure That I won't be alone anymore If I'd only known you were there all the time All this time Until the day the ocean doesn't touch the sand

Pulang

Ia pandangi lagi dinding rumah itu. Kusam. Debu tampak menempel di sana-sini. Menampakkan bahwa rumah itu jarang dibersihkan. Namun ia yakin masih ada penghuni di dalamnya. Dua-tiga langkah lagi ia akan sampai, dan mengetuk. Namun ada sesuatu yang memberati tulang kakinya untuk melangkah. Entah apa. Ia hanya berdiri, mematung... ** Ingar bingar sorot lampu dan dentuman musik pub malam itu tak menyorotkan niat Arash untuk meminum bersloki-sloki vodka yang ia pesan. Ia hanya ingin menghabiskan malamnya dengan vodka, minuman yang amat dicintainya. Tak ia pedulikan berpasang-pasang pasangan, baik hetero maupun homoseksual yang bercumbu malam itu. Baginya, itu sudah biasa. Yang penting, hanya ada vodka dan dirinya. “Joeeee... Hik. Satu sloki lagi... Hikk..” Sang bartender, manut akan perintah pelanggan setianya itu. Cekatan, sebentar saja minuman bening berbau menyengat itu rampung. “Loe udah mabuk, Ar...” “Biar... Hikk.. Gue pingin hanya ada gue dan vodka!! Hikk..” Ujar Arash, menyeringai....